Pages

Klinik Tanaman Unsri

2 komentar
Klinik tanaman merupakan suatu tempat dimana fungsi dari klinik tersebut bertujuan untuk memberi pelayanan terhadap masyarakat yang tanaman nya mengalami gangguan-gangguan yang terjadi yang disebabkan oleh hama maupun penyakit yang menyebabkan kerugian terhadap tanaman yang diusahakan. klinik tanaman juga bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memecahkan setiap masalah yang berhubungan dengan tanaman yang lagi mereka usahakan, dengan adanya klinik tanaman masyarakat sangat merasa terbantu karena mereka bisa dengan lebih mudah dalam mengatasinya dan juga dan juga dalam soal biaya petani lebih minim dalam pengeluarannya karena pengendalian yang dilakukan tidak akan sia-sia. Klinik tanaman juga merupakan unit kerja di jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Jember yang bertujuan untuk memberi pelayanan kepada masyarakat umum dan atau perusahaan yang berkaitan dengan masalah gangguan tanaman. Klinik tanaman telah banyak memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa analisis sampel tanaman yang terserang hama dan penyakit, memberikan penyuluhan, rekomendasi tentang pengendalian hama penyakit tanaman dan memproduksi agensia hayati yang terbukti mampu mengendalikan berbagai jenis organisme pengganggu.
Kinik tanaman  memiliki fungsi yaitu sebagai pencetus pemecah masalah yang ada pada masyarakat, dengan adanya klinik tanaman masyarakat tertolong, klinik tanaman juga sebagai penyebar teknologi PHT / macam-macam pengendalian,penyakit yang menyerang tanaman pertanian digunakan sebagai bahan penelitian. Klinik tanaman juga disebut sebagai laboratorium yang bertujuan untuk mendiagnosis penyakit tanaman yang dikeluhkan oleh masyarakat. Di klinik tanaman kita bisa menemukan perlengkapan-perlengkapan yang digunakan untuk membawa sampel hama ataupun penyakit, di klinik tanaman ada mahasiswa yang telah siap untuk mendiagnosis penyakit atau hama yang mengganggu.
Beberapa tanaman yang sakit bisa langsung kita sarankan pengendalianya yang tepat terhadap tanaman tersebut asal kan kita tahu dengan jenis penyakit apa yang menyerang dan hama apa yang menyerang dengan melihat gejala-gejala nya yang dengan mudah kita ketahui penyebabnya. Akan tetapi beberapa penyakit lainnya memerlukan beberapa tahapan baik secara makro maupun mikro sehingga memerlukan waktu beberapa hari atau minggu untuk mendapatkan hasil dan rekomendasi pengendalian yang tepat untuk penyakit tersebut. Klinik tanaman melayani permasalahan-permasalahan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Pelayanan ini berupa identifikasi sample tanaman yang terserang OPT. Petani dapat langsung membawa sample tanaman yang terserang ke Klinik Tanaman, kemudian klinik akan mendiagnosa dan memberikan rekomendasi tentang pengendalian permasalahan tersebut. Selain itu klinik tanaman tanaman juga melayani observasi lebih lanjut dengan melihat kondisi tanaman di lapangan. Prosedur pelayanan klinik tanaman sangat mudah. Pertama, petani langsung datang ke Klinik Tanaman Jurusan HPT Fak. Pertanian dengan membawa sample tanaman yang sakit karena serangan OPT. Kedua, Klinik akan mendiagnosa sample yang dibawa dan akan dilakukan identifikasi pada sample untuk mengetahui penyebab tanaman sakit. Ketiga, setelah diketahui penyebab tanaman sakit, klinik akan memberikan rekomendasi tentang teknik-teknik pengendaliannya. Lama pelayanan yang diberikan kepada masyarakat ditentukan jenis sampel yang diberikan dan jenis keluhan dari petani. 
Pada umum nya masyarakat tidak mengetahui dengan benar bagaimana cara pengendalian yang tepat terhadap tanaman yang tersebut, yang masyarakat tahu pengendalian yang cepat dan instan seperti penggunaan pestisida yang terkadang penggunaanya secara berlebihan. mereka tidak tahu kalau pengendalian yang mereka gunakan itu sangat berbahaya baik bagi kesehatan kita maupun lingkungan sekitar. orang kita hanya tahu dengan pengendalian-pengendalian yang praktis maka nya mereka lebih cendrung menganggap pestisida sebagai obat yang dengan mudah menyembuhkan tanaman mereka yang terserang penyakit. dengan adanya klinik tanaman diharapkan masyarakat tiidak malu-malu untuk berkonsultasi terhadap klinik tanaman yang telah beroprasi agar masyarakat dengan mudah mengatasinya.
Dalam mendiagnosis tanaman bukan perkara mudah melakukannya, karena banyak penyakit yang tidak semudah dengan kasap mata melihatnya dan mendignosisnya. butuh waktu lama untuk mendiagnosis nya dan memberi penanggulangannya, butuh waktu bisa lebih dari 1 minggu untuk mendiagnosisnya. butuh suatu keahlian dalam mendiagnosisnya, misalnya yang ahli dengan menggunakan mikroskop. 
Jika masyarakat ingin mengobatkan tanaman mereka yang sakit persyaratan yang diberikan tidak begitu banyak dan tidak menyusahkan karena masyarakat cukup mengisi formulir dan mengirimkan spesimen tanaman sakit ke petugas klinik tanaman dengan baik dan benar sesuai intruksi yang diberikan petugas klinik tanaman. Sampel yang telah diterima petugas klinik tanaman akan di isolasi dan dicari informasi mengenai penyakit tersebut dilapangan untuk memudahkan indentifikasi. Kemudian petugas klinik tanaman akan mereisolasi dan mengidentifikasi atau mendiagnosis sample penyakit tanaman yang dibawa. Setelah petugas berhasil mendiagnosis sample penyakit tanaman tersebut petugas akan melakukan pemurnian sample penyakit, kemudian petugas klinik tanaman akan memberitahukan hasil diagnosis kepada klien tersebut. Apabila informasi yang diadapat mengenai penyakit tersebut cukup petugas akan merekomendasikan tentang cara atau teknik pengendalian yang akan dilakukan dan cara pelaksanaannya dengan cara mendiskusikannya dengan klien yang bersangkutan barulah pengendalian dilakukan dengan persetujuan kedua pihak antara petugas klinik dan juga masyarakat.

KLINIK TANAMAN PEDULI PERTANIAN ORGANIK
”Back to Nature” tren baru tersebut telah bermunculan dimana masyarakat menginginkan sesuatu makanan yang benar-benar serba alami, kurang dan bebas dari zat kimia. Produk organik dianggap memenuhi persyaratan tersebut sehingga permintaan dan peluang pemasarannya meningkat. Permintaan dunia akan pangan organik meningkat tajam dan demam pangan organik melanda dunia bukan saja di bidang pangan, tetapi juga meluas ke bidang nonpangan. Di berbagai pasar swalayan telah banyak dipajang dan dijual produk organic, yang sebagian besar masih terbatas pada produk buah-buahan dan sayuran. Sayuran dan buah-buahan yang bermerek organic harganya bias 3 – 4 kali lebih mahal disbanding produk pangan non-organik. Klinik tanaman dengan produk-produk agens hayati sangat mendukung pentingnya produk organik karena agens hayati tersebut sama sekali tidak menimbulkan residu pestisida pada produk pertanian sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi, selain itu sudah terbukti mampu mengendalikan berbagai jenis organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

mendiagnosis penyakit tanaman (Park2)

1 komentar
Pada saat kita akan mendiagnosis penyakit pada tanaman pada awalnya kita harus mengetahui penyebab penyakit tersebut apa, apakah disebabkan oleh penyakit seperti bakteri ataukah disebabkan oleh lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan tanaman, penyakit yang menyerang bisa dari golongan bakteri. Jika tanaman tersebut diserang oleh bakteri kita bisa melihatnya dengan kasap mata/mata telanjang. Gejalanya seperti berlendir pada bagian yang terserang. Bila perlu untuk memudahkan kita dalam mndiagnosis kita bisa menggunakan buku-buku yang telah dipercaya memuat tentang penyakit-penyakit pada tanaman tersebut. Bila pengujian sulit dilakukan kita harus dengan teliti mendiagnosis nya agar hasil yang kita dapat benar-benar akurat dan pengendalian yang tepat bisa segera kita lakukan. Tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk mendiagnosis tanaman sakit tersebut jika petugas yang menanganinya berpengalaman sehingga keakuratan yang mungkin dihasilkan bisa didapatkan. Hal ini dapat dicapai melalui prosedur isolasi dan seleksi bakteri, jika perlu dilakukan konfirmasi pengujian pada tanaman inang yang sesuai..
mengidentifikasi suatu penyakit tanaman melalui gejala dan tanda, pengertian diagnosis secara umum adalah kepastian suatu penyakit berdasarkan gejala yang tampak, sedangkan diagnosis penyakit tumbuhan. Bisa juga dikatakan sebagai berikut suatu proses untuk penyakit yang khas termasuk faktor-faktor lain yang berhubungan dengan proses penyakit tersebut Diagnosis penyakit yang benar diperlukan untuk merekomendasikan cara pengendalian yang tepat dan juga diperlukan dalam suatu survei penyakit tanaman. Dalam hal ini diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri, organisme antagonis dan produk metabolitnya. Diagnosis penyakit tanaman berdasarkan gejala saja belum dapat diandalkan kebenarannya karena tidak memadai atau tidak cukup untuk mengidentifikasi suatu penyakit disebabkan banyak organisme
bakteri yang berbeda memperlihatkan gejala yang sama pada inang yang diinfeksinya. Adanya suatu tanda penyakit membantu meyakinkan kebenaran, menambah kepastian suatu diagnosa, tetapi perlu juga diperhatikan kemungkinan adanya bakteri sekunder atau saprofit yang turut serta menginfeksi bagian tanaman. Jadi mungkin saja organisme yang diperoleh dari tumbuhan bergejala penyakit bukan merupakan bakteri primer, tetapi bakteri sekunder/saprofit. Untuk mendiagnosis penyakit tumbuhan pertama kali perlu menentukan apakah penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri atau faktor lingkungannya. Dalam beberapa kasus apabila terdapat gejala penyakit atau terdapat tanda bakteri yang khas, maka cukup mudah bagi mereka yang telah berpengalaman untuk menentukan penyebabnya dengan membandingkan gejala yang ada dengan yang terdapat dalam berbagai buku pedoman, CD – compendium dan lain-lain. Akan tetapi pada banyak kasus pengujian yang lebih lengkap terhadap gejala dan mengamati tentang ciri-ciri lainnya sangat penting untuk mendapatkan hasil diagnosis yang tepat. Diagnosis penyakit tanaman dan identifikasi bakteri penyebabnya sering dilakukan berdasarkan gejala dan adanya eksudat bakteri di dalam jaringan tanaman yang terserang. Cara diagnosis tersebut tergolong cepat tetapi biasanya memerlukan pengalaman luas dibidang penyakit bakteri. Pada keadaan dengan pengalaman yang masih terbatas atau diagnosis penyakit karantina yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi maka diagnosis yang lebih akurat sangat diperlukan. Hal ini dapat dicapai melalui prosedur isolasi dan seleksi bakteri, jika perlu dilakukan konfirmasi pengujian pada tanaman inang yang sesuai.
Namun karena bakteri berukuran kecil dimana dengan mikroskop biasa sel-sel bakteri hanya terlihat seperti titik-titik kecil, maka identifikasi berdasarkan ciri morfologi sulit dilakukan. Oleh sebab itu identifikasi perlu dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kesalahan. Kesalahan dapat terjadi misalnya bakteri yang ditemukan sebenarnya bakteri non bakteri, yaitu bakteri yang tumbuh pada jaringan yang sebelumnya telah dirusak oleh penyebab lain. 
Tahap-tahap mendiagnosis penyakit tumbuhan yaitu Mula-mula kita amati gejala yaitu segala kelainan bentuk atau kelainan yang terjadi pada tanaman. Lalu pilih bagian tanaman sakit yang memperlihatkan gejala kerusakan (belum rusak atau busuk keseluruhan) atau terlalu awal. Gejala yang terlalu lanjut biasanya sudah ditumbuhi cendawan serta bakteri saprofit yang sering kali mengganggu pertumbuhan bakteri utamanaya. Gejala yang terlalu awal juga menyulitkan diagnosa karena sukar memperoleh tanda penyakit. Jika terdapat tanda penyakit hal tersebut yang sangat diperlukan untuk menunjang hasil diagnosis. Gejala yang sebelumnya belum pernah kita temui sebaiknya harus kita lakukan pengujian secara mendalam untuk membuktikan hipotesa bahwa bakteri yang diisolasi adalah penyebab penyakitnya melalui postulat Koch. Jika ditemukan gejala yang disertai tanda keberadaan bakteri penyebab penyakit dapat
dilakukan identifikasi lebih lanjut di laboratorium.

Identifikasi lanjutan untuk penentuan spesies, sub spesies, patovar dan sebagainya, dapat dilakukan berdasarkan karakter morfologi, fisiologi dan biokimia, molekuler dan sebagainya sesuai metode identifikasi yang dikemukakan pada berbagai manual atau buku pedoman lainnya.
Beberapa bakteri penyakit tanaman berada pada permukaan tanamanatau di dalam tanaman (sebagian besar bakteri). Keberadaan bakteri dipermukaan atau di dalam tanaman menunjukkan bahwa bakteribakteri tersebut merupakan penyebab utama penyakit. Pada beberapa kasus, seseorang dengan keahlian tertentu dapat melakukan deteksi dan identifikasi langsung secara visual atau dengan bantuan kaca pembesar. Seringkali identifikasi hanya dapat dilakukan dengan bantuan mikroskop. Tidak semua bakteri tampak pada permukaan tanaman sakit, beberapa lain tampak hanya dari gejala yang ditimbulkan, khususnya untuk bakteri yang berada di dalam tanaman.Sebagian besar bakteri berada pada jaringan yang terinfeksi, antara lain pada jaringan vascular, jaringan bawah tanaman, dan atau di dalam perakaran. Pada saat bakteri berada pada jaringan tanaman sakit, ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu : 
(1) Bakteri tersebut adalah patogen
penyebab utama penyakit pada tanaman tersebut.
(2) Bakteri tersebut merupakan salah satu bakteri saprofitik atau bakteri yang dapat tumbuh pada jaringan yang telah mati.

Diagnosis penyakit bakteri dan identifikasi bakteri penyebab didasarkan pada gejala awal penyakit yang tampak pada tanaman terinfeksi, jumlah populasi bakteri pada area terinfeksi, dan ketidakberadaan patogen penyebab lainnya. Bakteri adalah mikroorganisme berukuran kecil namun dapat terlihat dengan mikroskop kompon seperti bentuk batang-batang kecil. Identifikasi bakteri sulit dilakukan jika hanya berdasarkan karekter morfologisnya. Isolasi bakteri pada media agar memerlukan kehati-hatian yang tinggi sehingga terhindar dari kontaminasi bakteri saprofit. Saat ini, telah dikembangkan beberapa media selektif yang sesuai untuk hampir semua bakteri patogen tanaman. Media ini tentu tidak sesuai untuk bakteri saprofit, sehingga dapat dipastikan bahwa pada media selektif bebas dari pertumbuhan bakteri saprofit. Hal ini akan memudahkan proses identifikasi hingga tingkat genus dan spesies. Pada kondisi lampau, cara termudah dan terpercaya untuk membuktikan bahwa bakteri tersebut adalah patogen penyebab adalah melalui isolasi koloni tunggal dan menumbuhkan bakteri pada media, untuk selanjutnya diinokulasi kembali pada tanaman inang yang peka. Gejala yang dihasilkan dari inokulasi tersebut dibandingkan dengan gejala yang disebabkan oleh spesies bakteri yang telah diketahui sebelumnya. Perkembangan metode identifikasi patogen tanaman saat ini telah mengalami perubahan sejak akhir abad ke-20. Tahun 1970, teknik immunodiagnostic, termasuk teknik agglutinasi dan presipitasi, pewarnaan flouresen dengan antibody, teknik ELISA, mulai digunakan untuk deteksi dan identifikasi bakteri patogen tanaman. Beberapa teknik tersebut lebih sensitiF, lebih spesifik, cepat, dan mudah, dan merupakan metode yang telah distandardisasi. Hingga kini secara komersial telah tersedia antisera sebagai bahan identifikasi bakteri patogen tanaman. Sejak tahun 1980, teknik yang lebih baru telah dikembangkan berdasarkan penggunaan asam lemak oleh bakteri yang ada pada makanan (Biolog). Identifikasi lain yang juga berkembang adalah berdasarkan asam nukleat, dengan membandingkan jumlah DNA yang dihasilkan oleh enzim restriksi tertentu, atau derajat (persentasi) DNA yang terhibridisasi dari bakteri yang belum diketahui dengan DNA dari bakteri yang telah diketahui. Beberapa teknik molekuler tersebut saat ini digunakan untuk identifikasi bakteri patogen yang vastidious pada vascular.

Identifikasi penyakit tanaman
Ketika patogen dijumpai pada tanaman sakit, patogen tersebut diidentifikasi berdasarkan referensi hingga manual khusus identifikasi. Namun dalam beberapa hal, patogen diketahui sebagai penyebab penyakit tetapi tidak ada laporan terbaru yang mendukungnya, maka tahap selanjutnya adalah pembuktian penyebab penyakit melalui Postulat Koch. Postulat ini dilakukan untuk memverifikasi atas hipotesis bahwa isolat patogen yang diuji adalah isolat penyebab penyakit tanaman. Dalam hal ini harus dilakukan serangkaian pengujian untuk membuktikannya dengan menggunakan dasar-dasar yang dikemukakan oleh Robert Koch, seorang ahli bakteriologi bangsa Jerman. Cara pembuktian ini lazim disebut postulat Koch atau kaidah Koch. Postulat Koch telah diterima secara universal.

1. Screening test : ada tidaknya bakteri : IF test , PCR, mikroskop
(400-10.000 x perbesaran).
2. Isolasi pada media selektif : dengan melihat tipe koloni dibuat
biakan murni yang selanjutnya analisa asam lemak, uji biokimia,
dan molekular.
3. Uji Patogenisitas : inokulasi pada tanaman tomat.
4. Reisolasi (isolasi kembali) dan identifikasi bakteri : tipe koloni
pada biakan murni harus sama dengan isolat yang
diinokulasikan pada tanaman sehat selanjutnya diidentifikasi
dengan uji IF, PCR, Uji BIOLOG.

Langkah-langkah pengujian Postulat Koch adalah sebagai berikut :
a. Organisme (bakteri) harus ditemukan berasosiasi dengan gejala penyakit yang ada (bagian tanaman yang sakit diuji).
b. Organisme harus dapat diisolasi dari jaringan yang sakit dan dapat dibuat biakan murni.
c. Organisme dari biakan murni harus dapat diinokulasikan pada tanaman inang yang sehat dan menghasilkan gejala penyakit yang sama dengan gejala pada tanaman sebelumnya.
d. Organisme harus dapat diisolasi kembali (reisolasi) dari tanaman yang di inokulasi dan hasilnya harus sama dengan organisme yang dipakai untuk inokulasi. Jika semua langkah diatas telah diikuti dan dibuktikan kebenarannya maka organisme yang di reisolasi dapat diidentifikasi sebagai organisme yang bertanggung jawab terhadap penyakit. Identifikasi lanjutan untuk penentuan spesies, sub spesies, patovar dan sebagainya, dapat dilakukan berdasarkan karakter morfologi, fisiologi dan biokimia, molekuler dan sebagainya sesuai metode identifikasi yang dikemukakan pada berbagai manual atau buku pedoman lainnya.